Mengapa Bulan Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Quran?

Mengapa Bulan Ramadhan Disebut Sebagai Bulan Al-Quran?



Bulan suci Ramadhan disebut juga sebagai bulan Al-Quran, mengapa demikian? Hal ini dapat kita lihat dari kebiasaan para ulama yang sangat akrab dengan Al-Quran. Ada ulama yang rajin membaca Al-Quran, ada jug yang mengkhatamnkan Al-Quran, bahkan ada yang merenungkan apa yang terkandung dalam Al-Quran.

Terdapat hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang artinya:

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 302 berkata, “Hadits di atas menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk banyak mempelajari Al-Qur’an pada bulan Ramadhan dan berkumpul untuk mempelajarinya. Hafalan Al-Qur’an pun bisa disetorkan pada orang yang lebih hafal darinya. Dalil tersebut juga menunjukkan dianjurkan banyak melakukan tilawah Al-Qur’an di bulan Ramadhan.”

Pada hadist lain juga disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bahwa setiap tahunnya biasa menyetorkan Al-Quran kepada malaikat Jibril minimal sekali bahkan dua kali di tahun wafatnya Nabi Muhammad. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

كَانَ يَعْرِضُ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ ، وَكَانَ يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرًا فَاعْتَكَفَ عِشْرِينَ فِى الْعَامِ الَّذِى قُبِضَ فِيهِ

“Jibril itu (saling) belajar Al-Qur’an dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap tahun sekali (khatam). Ketika di tahun beliau akan meninggal dunia dua kali khatam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pula beri’tikaf setiap tahunnya selama sepuluh hari. Namun di tahun saat beliau akan meninggal dunia, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR. Bukhari no. 4998).

Dalam kitab Al-Jami’ fii Gharib Al-Hadits (4: 64), Ibnu Atsir mengatakan bahwa Jibril saling mengajarkan semua isi dalam Al-Qur’an sesudah diturunkan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang paling bagus, Al-Qur’an disetorkan pada malam hari karena saat itu telah lepas dari kesibukan. Begitu pula hati dan lisan semangat untuk merenungkannya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

Utamanya adalah Al-Quran dibaca ketika malam hari karena pada saat itulah semua kesibukkan sudah selesai, begitu juga dengan semangat hati dan lisan untuk merenungkan isi Al-Quran. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Sesungguhnya di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzammil: 6)

Terdapat dalil lain yang menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah suatu bulan khusus untuk Al-Quran karena saat itulah Al-Quran diturunkan. Sebagaimana firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ibnu ‘Abbas juga mengatakan bawha Al-Quran turun secara sekaligus di Lauhul Mahfudz di Baitul ‘Izzah saat malam Lailatul Qadar. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan” (QS. Al-Qadar: 1).

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhon: 3).

Beberapa alasan lain bahwasannya bulan suci Ramadhan adalan bulan Al-Quran adalah dengan bukti bacaan dalam ayat Al-Quran yang sering dibaca dalam shalat malam ketika bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan lainnya. Suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah melukan shalat dengan sahabat Hudzaifah pada malam bulan Ramadhan, saat beliau membaca surat Al-Baqarah, surat An-Nisa’ dan surat Ali ‘Imran yang berisi ayat ancaman neraka maka beliau berhenti dan memohon perlindungan dari neraka kepada Allah SWT.