Inilah Alasan Menjauhi Sifat Pelit Di Bulan Ramadhan

Inilah Alasan Menjauhi Sifat Pelit Di Bulan Ramadhan


Semestinya, bulan suci Ramadhan kita sambut dengan penuh semangat untuk senantiasa beribadah tak terkecuali bersedekah. Setiap amal perbuatan yang kita kerjakan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, jadi sebagai umat Islam hendaknya kita menghindari sifat pelit terutama pada bulan ini

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memohon perlindungan di setiap akhir shalat dengan kalimat-kalimat berikut ini,

اللَّهُمَّ إنِّي أَعوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ وَالبُخْلِ ، وَأعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ العُمُرِ ، وَأعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ

“Alloohumma inni a’udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a’udzu bika min an urodda ila ardzalil ‘umur, wa a’udzu bika min fitnatid-dunyaa, wa a’udzu bika min fitnatil qobri.”

(Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang paling hina–yaitu kepikunan–, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kubur).” (HR. Bukhari, no. 6365)

Dalam hadist lain yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari, no. 3554; Muslim no. 2307)

Dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif pada halaman 301, Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku sangat senang ketika melihat ada yang bertambah semangat mengulurkan tangan membantu orang lain di bulan Ramadhan karena meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga karena manusia saat puasa sangat-sangat membutuhkan bantuan di mana mereka telah tersibukkan dengan puasa dan shalat sehingga sulit untuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh ulama yang seperti itu adalah Al-Qadhi Abu Ya’la dan ulama Hambali lainnya.”

Berikut ini adalah beberapa Alasan mengapa kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah di Bulan Ramadhan:

1- Setiap amalan yang dikerjakan pada bulan Ramadhan yang juga merupakan waktu yang mulia maka senantia akan dilipatgandakan pahalanya, termasuk bersedekah.

2- Giat untuk bersedekah pada bulan Ramadhan juga berarti membantu mereka yang membutuhkan, orang yang berpuasa, dan orang yang melakukan shalat malam. Dari sedekah yang kita berikan tentu akan membantu mereka agar lebih mudah beramal. Seperti sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan memberi makan buka puasa,



مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi, no. 807; Ibnu Majah no. 1746; Ahmad, 5: 192; dari Zaid bin Khalid Al-Juhani. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

3. Allah juga berderma pada bulan Ramadhan dengan memberi umatnya rahmat dan ampunan-Nya dari api neraka, terlebih di malam-malam lailatul qadar.

4. Salah satu penyebab dimudahkannya masuk surga bagi seseorang adalah menggabungkan antara puasa dan sedekah.

Sahabat ‘Ali meriwayatkan bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,

لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi, no. 1984; Ahmad 1: 155. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).